PENTINGNYA MODEL PEMBELAJARAN



Konsep dan Pentingnya Model
1.      Konsep  Model
Mengajar adalah perbuatan yang kompleks. Perbuatan yang kompleks dapat diterjemahkan sebagai penggunaan sejumlah komponen secara integrative yang terkandung dalam perbuatan mengajar itu untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Sejalan dengan semakin kompleksnya kompetensi yang ingin dicapai melalui pendidikan jasmani, maka tuntutan terhadap pendekatan pembelajaran yang digunakan harus canggih. Dalam sejarah pembelajaran pendidikan jasmani, dikenal banyak ragam pendekatan dimulai dari yang paling sederhana (tradisional) disebut metode lalu berkembang menjadi istilah strategi, lalu berkembang lagi menjadi istilah gaya gaya mengajar, pendekatan (approach) dan yang paling modern sering disebut dengan model-model (Matzler 2000).
Dalam kaitan dengan proses pembelajaran ada baiknya guru menggunakan protipe dari model. Disebut model karena hanya merupakan garis besar (pokok-pokok) yang memerlukan pengembangan yang sangat situasional. Dalam studi pengembangan pembelajaran, model mendapat perhatian khusus. Secara umum istilah model diartikan sebagai pedoman atau acuan dalam melakukan suatu kegiatan. Fred Percipel (tt dalam Hamalik, 2002) menyatakan bahwa “model is a physical or conceptual representation of an objek or system, incorporating certain specific features of the original”. Maksud dari pernyataan tersebut, model adalah suatu penyajian fisik atau konseptual dari suatu objek atau system yang mengkombinasikan/menyatukan begian-bagian khusus tertentu dari objek aslinya. Jadi model bukan merupakan bentuk asli, tetapi berupa rancangan yang terdiri dari banyak reproduksi. Selain itu Briggs (1995) dalam Harjanto (2006) menjelaskan bahwa “model adalah seperangkat prosedur yang berurutan untuk mewujudkan suatu proses, seperti penilaian kebutuhan, pemilihan media dan evaluasi”. Lebih lanjut Rogers , dalam Hamalik (2002:2) menjelaskan “…the models may be conceptual and consist of word desdription of drawing.physical models that consist of rel object that process some of the characteristic of the real thing”. Masih ada pendapat lain mengenai model, yaitu menurut Mills (1989:4) adalah bentuk representasi akurat, sebagai proses actual yang memungkinkan seseorang atau sekelompok orang mencoba bertindak berdasarkan model itu.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa model sering digunakan untuk memperoleh informasi yang lebih banyak tentang gejala-gejala. Hal ini sesuai dengan fungsi model yang bersifat mencari. Seringkali model juga mempunyai fungsi menerangkan atau melukiskan belaka.menerangkan atau melukiskan tentunya tidak akan sempurna karena keterbatasan model. Model menjelaskan tentunya tidak kan smpurna karena keterbatasan suatu model. Model dapat berupa skema, gambar, bagan atau tabel. Model menjelaskan keterkaitan berbagai komponen dalam suatu pola pemikiran yang disajikan secara utuh, konsisten dan menyeluruh. Hal ini disebabkan karena suatu model disusun dalam upaya mengkongkretkan keterkaitan hal-hal abstrak dalam suatu skema, bagan, gambar atau tabel. Dengan mencermati model, maka dapat terbaca uraian tentang banyak hal dalam sebuah pola yang mencerminkan alur piker dan pola tindakan. Secara menyeluruh model dapat dimaknai sebagai suatu objek atau konsep yang digunakan untuk mempresentasikan sesuatu hal, sesuatu yang nyata dan dikonversi untu sebuah bentuk yang lebih komprehensif. (Mayer, 1985).
Dalam konteks pembelajaran, model adalah suatu penyajian fisik atau konseptual dari system pembelajaran, serta berupaya menjelaskan keterkaitan berbagai kompone system  pembelajaran ke dalam suatu pola.kerangka pemikiran yang disajikan secara utuh. Suatu model pembelajaran meliputi keseluruhn system pembelajaran yang mencakup komponen tujuan, kondisi pembelajaran, proses belajar-mengajar dan evaluasi hasil pembelajaran.

2.      Pentingnya Penggunaan Model.
Model digunakan untuk dapat membantu memperjelas prosedur, hubungan serta keadaan keseluruhan dari apa yang didesain. Menurut Joyce dan Weil (1980), ada beberapa kegunaan dari model, antara lain :
a.       memperjelas hubungan fungsional diantara berbgai komponen, unsure atau elemen system tertentu.
b.      Prosedur yang akan ditempuh dalam melaksanaan kegiatan dapat diidentifikasi secara tepat.
c.       Dengan adanya model maka berbagai kegiatan yang dicakupnya dapat dikendalikan.
d.      Model akan mempermudah para administrator untuk mengidentifikasi komponen, elemen yang mengalamani hambatan, jika kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan tidak efektif dan tidak produktif.
e.       Mengidentifikasi secara tepat cara-cara untuk mengadakan perubahan jika pendapat ketidaksesuaian dari apa yang telah dirumuskan.
f.       Dengan menggunakan model, guru dapat menyusun tugas-tugas siswa menjadi suatu keseluruhan yang terpadu.
Walaupun banyak kegunaan dari model, namun terdapat pula kelemahannya, yaitu dapat menjadikan seseorang kurang berinisiatif mengkreasikan kegiatan-kegiatan. Hal tersebut dapat diatasi jika sesuatu model dapat menjamin adanya fleksibilitas sehingga memungkinkan seseorang yang menggunakan model tertentu untuk mengadakan penyesuaian terhadap situasi atau kondisi secara lebih baik. Apalagi dalam menangani masalah-masalah pendidikan, yang dalam banyak hal sangat terpengaruh oleh perubahan variabel-variabel lain diluar bidang pendidikan tersebut. Oleh karena itu dalam melukiskan suatu model sebaiknya dimungkinkan adanya perubahan-perubahan dalam mengadakan penyesuaian terhadap kebutuhan yang ada.

3.      Konsep Pembelajaran
Ada beberapa konsep mengenai pembelajaran, yaitu
ü  Pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar. (Dimyati & Mudjiono, 2005).
ü  Pembelajaran adalah proses yang sistematis melalui tahap, rancangan, pelaksanaan dan evaluasi. (UUSPN No 20 th 2003).
ü  Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidikan dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. (Joyce & Weil, dalam Dedi Dupriawan dan Benyamin Suranega, 1990).
ü  Pembelajaran adalah segala kegiatan yang dirancang oleh guru untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan nilai yang baru dalam suatu proses yang sistematis melalui tahapan, rancangan, pelaksanaan dan evaluasi dalam konteks kegiatan pembelajaran. (Knirk & Gustafon, 2005).

4.      Konsep Dasar Model-Model Pembelajaran.
Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, computer, kurikulum dsbnya (Joyce, 1992). Selanjutnya Joyce menyatakan bahwa setiap model pembelajaran mengarah kepada desain pembelajaran untuk membantu peserta didik sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran tercapai.
Soekamto dkk dalam Nurulwati (2000) mengemukakan maksud dari model pembelajaran adalah “kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merancanakan aktivitas belajar mengajar”. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Eggen dan Kauchak bahwa model pembelajaran memberikan kerangka dan arah bagi guru untuk mengajar.
Joyce & Weil (1992) berpendapat bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran dan membimbing pembelajaran dikelas atau yang lain. Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan, artinya para guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efesien untuk mencapai tujuan pendidikan.

5.      Model-model Pembelajaran.
Berbagai definisi yang menjelaskan mengenai model pembelajaran, antara lain :
a.       Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
b.      Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar (Burden & Byrd, 1999).
c.       Model pembelajaran adalah rancangan yang dibuat oleh guru untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan atau nilai-nilai baru dalam suatu proses yang sistematis melalui tahap rencana, pelaksanaan dan evaluasi dalam konteks kegiatan belajar mengajar. (Knirk & Gustafon, 2005).
d.      Model pembelajaran adalah suatu pegangan praktis dalam pengelolaan pengajaran di kelas. Model itu mencakup semua komponen pokok yang harus dipertimbangkan dan diatur oleh guru. (Winkell, 1991).
e.       Model pembelajaran dapat diartikan sebagai kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan fungsi sebagai pedoman bagi perancang pengajaran dan para guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar. (Udin Winataputra, 1994).
f.       Model pembelajaran adalah sekumpulan strategi mengajar yang digunakan guru agar siswa saling membantu dalam mempelajari sesuatu. (Edgen &Kauchak, 1993:319).
g.      Model pembelajaran merupakan bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode dan teknik pembelajaran. (Dedi Supriawan & A., Benyamin S, 1990).
h.      Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau tutorial untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, computer, kurikulum, dll (Joyce & Weil, 1992). Selanjutnya Joyce & Weil menyatakan bahwa setiap model pembelajaran mengarahkan guru dalam mendesain pembelajaran untuk membantu peserta didik sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran tercapai.
i.        Model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas daripada strategi, metode atau prosedur pembelajaran.istilah model pembelajaran mempunyai empat cirri khusus yang tidak dimiliki oleh strategi/metode pembelajaran, yakni : (1) rasional teoretis, logis yang disusun oleh guru, (2) tujuan pembelajaran yang akan dicapai, (3) langkah-langkah mengajar yang diperlukan dengan menerapkan model yang baik agar pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal, (4) lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat dicapai.
j.        Model pembelajaran mengarah pada suatu pendekatan pembelajaran tertentu termasuk tujuannya, sintaksisnya, lingkungannya, dan system pengelolaannya. Selain itu dijelaskan pula bahwa model pembelajaran merupakan langkah yang digunakan dan mekanisme untuk kegiatan pembelajaran juga sebagai acuan pelaku pendidikan agar tercapai tujuan yang ingin dicapai.
Dalam prakteknya, yang harus diingat oleh guru adalah tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk diterapkan dalam proses pembelajaran, namun model pembelajaran akan menjadi tepat jika memperhatikan kondisi siswa, sifat materi/bahan ajar, fasilitas sarana dan prasarana, dan kondisi guru itu sendiri.

6.      Ciri-ciri Model Pembelajaran
Model pembelajaran memiliki ciri-ciri sbb :
a.       Mempunyai misi atau tujuan pendidikan tertentu. Misalnya model berpikir induktif dirancang untuk mengembangkan proses berpikir induktif.
b.      Dapat dijadikan pedoman untuk perbaikan kegiatan belajar mengajar dikelas.misalnya model Synectic yang tujuannya untuk memperbaiki kreativitas dalam pelajaran mengarang.
c.       Memiliki bagian-bagian model pelaksanaan, yaitu (1) urutan langkah-langkah pembelajaran (syntax), (2) adanya prinsip-prinsip reaksi, (3) system sosial, dan (4) system pendukung. Keempat bagan tersebut merupakan pedoman praktis bila guru akan melaksanakan suatu model pembelajaran.
d.      Memiliki dampak sebagai akibat terapan model pembelajaran. Dampak tersebut meliputi : (1) dampak penggiring, yaitu hasil belajar jangka panjang.
e.       Membuat persiapan mengajar (desain instruksional) dengan pedoman model pembelajaran yang dipilihnya.

7.      Karakteristik dan Fungsi Model Pembelajaran.
Karakteristik umum yang dapat dikenal dari semua model pembelajaran menurut Joyce & Weil (1980) adalah sbb :
a.       Prosedur ilmiah, maksudnya model pembelajaran bukanlah suatu gabungan fakta yang rancu, tetapi suatu prosedur yang sistematis untuk mengubah perilaku siswa dan berlandaskan suatu asumsi tertentu.
b.      Hasil belajar yang spesifik, maksudnya setiap  model pembelajaran memperinci hasil belajar berdasarkan perilaku siswa yang dapat diamati. Perbuatan apa yang akan ditunjukkan siswa setelah mengalami pembelajaran dirinci secara lebih nyata, terukur dan teramati.
c.       Lingkungan yang spesifik, maksudnya setiap model pembelajaran memperinci secara tegas kondisi lingkungan di mana respons siswa hendak diamati.
d.      Kriteria tingkah laku, maksudnya model pembelajaran selalu merinci kriteria perilaku yang diharapkan dari siswa, membatasi hasil belajar siswa yang bersifat perilaku yang diharapkan Nampak pada siswa setelah menyelesaikan pembelajaran tertentu.
e.       Pelaksanaan yang dispesifikasikan maksudnya semua model merinci mekanisme rekasi dan interaksi siswa dalamsuatu lingkungan tertentu.

Fungsi model pembelajaran tidak hanya untuk mengubah perilaku siswa sesuai dengan yang diharapkan, tetapi juga berfungsi untuk mengembangkan berbagai berbagai aspek yang bersangkutan dengan proses pembelajaran. Selain itu model pembelajaran bermanfaat untuk menyusun rencana pendidikan siswa, akrena memungkinkan kegiatan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Beberapa fungsi penting yang seharusnya dimiliki suatu model pembelajaran menurut Joyne & Weil (1980) adalah sbb :
Ø  Bimbingan, maksudnya suatu model pembelajaran berfungsi menjadi acuan bagi guru dan siswa mengenai apa yang seharusnya dilakukan,memiliki desian instruksional yang komprehensif, dan mampu membawa guru dan siswa kearah tujuan pembelajaran.
Ø  Mengembangkan kurikulum, maksudnya model pembelajaran selanjutnya berfungsi untuk dapat membantu mengembangkan kurikulum pada setiap kelas atau tahapan pendidikan.
Ø  Spesifikasi alat pelajaran, maksudnya model pembelajaran berfungsi merinci semua alat pembelajaran yang akan digunakan guru dalam upaya membawa siswa kepada perubahan-perubahan perilaku yang dikehendaki.
Ø  Memberikan perbaikan terhadap pembelajaran. Maksudnya model pembelajaran dapat membantu meningkatkan aktivitas proses belajar mengajar sekaligus meningkatkan hasil belajar siswa.
TUGAS :
1.      Jelaskan mengapa mengajar disebut sebagai perbuatan yang kompleks?
2.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan model?
3.      Jelaskan apa saja yang termasuk ke dalam ciri-ciri model pembelajaran?
4.      Jelaskan mengapa model pembelajaran dianggap penting bagi guru?
5.      Jelaskan menurut anda mengapa tidak satupun model pembelajaran dapat dikatakan terbaik?


KEGIATAN BELAJAR 2 :
Rumpun Model Pembelajaran.
Model pembelajaran banyak jumlahnya,namun jika dikelompokkan sebenarnya hanya rerdiri dari empat rumpun model, yakni : (a) model pemprosesan Informasi (b) model pribadi, (c) model interaksi sosial, dan (d) model perilaku. Penjelasan masing-masing model ini mengacu pandangan Joyce dan Weil (1980) sbb :
1.      Model Pemprosesan Informasi.
Rumpun model ini terdiri dari model pembelajaran yang menjelaskan bagaimana cara individu memberi respons yang datang dari lingkungannya dengan cara mengorganisasikan data, menformulasikan masalah, membangun konsep dan rencana pemecahan masalah serta penggunaan symbol-simbol verbal dan non-verbal. Di antara model yang termasuk dalam rumpun ini ditemukan juga model yang menitik-beratkan perhatiannya pada proses di mana siswa dibimbing untuk dapat memecahkan masalah, ada pula model yang mengutamakan pada kecakapan intelektual umum. Kadang kala dijumpai pula model yang menonjolkan interaksi sosial dan hubungan antar pribadi serta perkembangan kepribadian murid yang terintegrasi dan fungsional. Model pemprosesan informasi memfokuskan perhatian pada aktivitas yang membina keterampilan (skill) dan isi (content) pembelajaran yang disampaikan kepada siswa.
Model pemprosesan informasi ditekankan pada pengambilan, penguasaan dan pemprosesan informasi. Model ini lebih memfukoskan pada fungsi kognitif siswa. Model ini didasari oleh teori belajar kognitif (Piaget) dan berorientasi pada kemampuan siswa dalam memproses informasi yang dapat memperbaiki kemampuannya.  Pemprosesan informasi merujuk pada cara mengumpulkan atau menerima stimuli dari lingkungan, mengorganisasi data, memecahkan masalah, menemukan konsep dan menggunakan symbol verbal dan visual. Teori pemprosesan informasi (kognitif) dipelopori oleh Robert Gagne (1985). Asumsinya adalah pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil komulatif  dari pembelajaran. Dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi yang kemudian diolah sehingga menghasilkan output dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemprosesan informasi terjadi interaksi antara kondisi internal (keadaan individu, proses kognitif) dan kondisi-kondisi eksternal atau rangsangan dari luar (lingkungan). Interaksi antar keduanya akan mendapatkan hasil belajar. Pembelajaran merupakan keluaran dari pemprosesan informasi yang berupa keterampilan manusia (human capitalities). Keterampilan manusia dimaksud terdiri dari : (a) informasi verbal, (b) keterampilan intelektual, (c) strategi kognitif, (d) sikap, dan (e) keterampilan motorik.
Menurut Rober M. Gagne ada delapan fase proses pembelajaran, yakni :
1)      Motivasi baik motivasi intrensik maupun ekstrensik merupakan (fase awal) memulai pembelajaran. Dengan adanya dorongan semangat untuk melakukan suatu tindakan dalam mencapai tujuan tertentu.
2)      Pemahaman individu dalam menerima informasi yang didapatkan dari pembelajaran. Pemahaman ini dibantu oleh perhatian (atensi).
3)      Perolehan individu, yakni mempersepsi informasi di dalam dirinya sehingga terjadi proses penyimpanan dalam memori siswa.
4)      Ketahanan (daya ingat) individu, maksudnya daya tahan individu setelah menerima informasi yang tersimpan dalam kotak memori jangka panjang.
5)      Ingatan kembali, yaitu mengeluarkan kembali informasi yang telah disimpan, bila ada rangsangan.
6)      Generalisasi, yakni menggunakan hasil pembelajaran untuk keperluan tertentu.
7)      Perlakuan, yaitu perwujudan perubahan perilaku individu sebagai hasil belajar.
8)      Umpan balik yaitu untuk memperoleh feedback dari perilaku yang telah dilakukannya.

Kemudian dalam kaitannya dengan pemprosesan informasi pada saat proses pembelajaran berlangsung, maka ada Sembilan langkah yang harus diperhatikan guru, yakni :
1)      Melakukan tindakan untuk menarik perhatian siswa
2)      Memberikan informasi mengenai tujuan dan topik pembelajaran.
3)      Merangsang siswa (appersepsi) untuk memulai pelajaran.
4)      Menyampaikan materi pelajaran sesuai dengan topik dan tujuan yang telah ditetapkan.
5)      Membimbing siswa
6)      Memberikan penguatan (reward)
7)      Memberikan feedback kepada siswa
8)      Melaksanakan penilaian dari proses hasil belajar
9)      Tanya-jawab (diskusi)

Pendekatan atau strategi model pemprosesan informasi
1)      Mengajar induktif, tujuannya untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan membentuk teori.
2)      Latihan inquiry tujuannya untuk mencari dan menemukan informasi yang diperlukan.
3)      Inquiry keilmuan tujuannya untuk mengajarkan system penelitian dalam disiplin ilmu, diharapkan dapat memperoleh pengalaman dalam domain disiplin ilmu lainnya.
4)      Pembentukan konsep tujuannya untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan mengembangkan konsep dan kemampuan menganalisis.
5)      Model pengembangan tujuannya untuk mengembangkan intelegensi umum, terutama berpikir logis, aspek sosial dan moral.
6)      Model Advanced organizer tujuannya untuk mengembangkan kemampuan memproses informasi secara efesien menyerap satuan keilmuan secara bermakna.
Implikasi Teori Belajar Kognitif (Piaget) dalam pembelajaran.
ü  Bahasa dan berpikir anak berbeda dengan orang dewasa
ü  Guru membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan belajar
ü  Materi yang dipelajari aktual (aptuded) dirasakan baru, tetapi tidak terlalu asing dengan pendekatan mengacu pada prinsip DAP.
ü  Di kelas siswa diberi kesempatan bersosialisasi dan berdiskusi sebanyak mungkin.

Rumpun Model Pemprosesan Informasi
1.      Model berpikir induktif (Hilda Taba). Model ini dirancang untuk pengembangan proses mental induktif dan penalaran akademik atau pembentukan teori.
2.      Model latihan inkuiri (Richard Suchman). Model ini dirancang untuk menyiapkan siswa menghadapi penalaran kausal komparatif agar anak lebih efektif dalam mengajukan pertanyaan, membentuk konsep dan hipotesis.
3.      Model Inquiry Ilmiah (Joseph J.Schwab).  Model  ini dirancang untuk mengajarkan system penelitian dalam kawasan pemahaman sosial dan pemecahan masalah sosial.
4.      Model Konsep Jerome Bruner. Model ini dirancang untuk mengembangkan penalaran induktif, dan perkembangan dan analisis konsep.
5.      Model Pertumbuhan Kognitif (Jean Piaget, Irving Sigel, Edmund, Sulivan, Lawrence Kohlberg. Model ini dirancang untuk meningkatkan perkembangan intelektual, terutama penalaran logis guna diterapkan pada perkembangan sosial dan moral.
6.      Model (David Ausubel). Model ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi kemampuan pemprosesan informasi untuk menyerap danmengaitkan bidang pengetahuan lainnya.
7.      Model (Harry Lorayne, Jerry Lucas).






PENTINGNYA MODEL PEMBELAJARAN PENTINGNYA MODEL PEMBELAJARAN Reviewed by Magister Olahraga on 17.53.00 Rating: 5

2 komentar


  1. Awalnya aku hanya mencoba main togel akibat adanya hutang yang sangat banyak dan akhirnya aku buka internet mencari aki yang bisa membantu orang akhirnya di situ lah ak bisa meliat nmor nya AKI NAWE terus aku berpikir aku harus hubungi AKI NAWE meskipun itu dilarang agama ,apa boleh buat nasip sudah jadi bubur,dan akhirnya aku menemukan seorang aki.ternyata alhamdulillah AKI NAWE bisa membantu saya juga dan aku dapat mengubah hidup yang jauh lebih baik berkat bantuan AKI NAWE dgn waktu yang singkat aku sudah membuktikan namanya keajaiban satu hari bisa merubah hidup ,kita yang penting kita tdk boleh putus hasa dan harus berusaha insya allah kita pasti meliat hasil nya sendiri. siapa tau anda berminat silakan hubungi AKI NAWE Di Nmr 085--->"218--->"379--->''259'

    BalasHapus
  2. Apaka semua model pembelajaran itu harus diterapkan???

    BalasHapus